KELURAHAN SAWANGAN MELAKSANAKAN WORKSHOP KELURAHAN LAYAK ANAK
Rukun Warga (RW) Ramah Anak di Kota Depok yang cukup dirasakan manfaat dan gaungnya di tengah masyarakat, akan terus diperluas jangkauannya di Kelurahan Sawangan, Kecamatan Sawangan. Untuk suksesnya program ini, rencananya Kelurahan Sawangan akan meresmikan 2 RW Ramah Anak yang dilengkapi fasilitas permainan tradisional.“Kami ingin berpartisipasi dalam program Kota Layak Anak (KLA), untuk itu kami akan segera meresmikan dua RW yakni di RW 02 dan RW 011,” ujar Lurah Sawangan, Lahmudin, usai memberikan sambutan dalam Workshop Kelurahan Layak Anak di kantornya, Senin (21/05/2018).
Ditambahkannya, dirinya bermimpi di wilayah yang dipimpinnya anak-anak tidak melulu bermain dengan telepon pintarnya. Namun, juga akrab dengan berbagai permainan tradisional yang memberikan ruang bagi anak untuk mengaktualisasikan minat dan bakatnya. Dia berharap, semangat ini akan terus menular di seluruh RW di Kelurahan Sawangan. “Saya inginkan tanggal 17 Agustus mendatang perlombaan yang diadakan berbagai permainan tradisional buat anak, bahkan bisa saja main bola dengan menggunakan egrang. Pasti akan seru,” katanya bersemangat.
Sekretaris 1 Gugus Tugas Kota Layak Anak (KLA), Elly Farida mengajak seluruh komponen masyarakat, khususnya di Kelurahan Sawangan, Kecamatan Sawangan, untuk bersama-sama mewujudkan RW Ramah Anak di lingkungannya masing-masing. Menurutnya, anak merupakan aset berharga yang harus dijaga, sehingga dibutuhkan kepedulian dari seluruh komponen masyarakat untuk mengimplementasikannya.“KLA merupakan kerja bareng kita, dengan keluarga, warga sekitar, kelurahan, kecamatan, hingga tingkat kota harus bersama-sama kolaborasi agar terwujud,” ujar Elly Farida, usai memberi materi dalam Workshop Kelurahan Layak Anak di Kelurahan Sawangan, Senin (21/05/2018).
Wanita yang kerap disapa Bunda Elly itu menambahkan, untuk memulai terbentuknya RW Ramah Anak setiap bagiannya harus sudah paham apa yang menjadi tugasnya. Selain itu, diperlukan juga evaluasi dan pemahaman yang sama mengenai konsep ramah anak yang akan dibangun di wilayahnya. “Jangan sampai hanya ketika pencanangan saja yang ramai dengan berbagai kegiatan, tetapi setelah itu sepi lagi. Anak-anak harus punya sarana aktualisasi diri, salah satunya lewat RW Ramah Anak ini,” ucapnya.
Melalui RW Ramah Anak ini juga, tambahnya, kelak anak-anak di sekitarnya tidak akan duduk tekun dengan layar telepon seluler saja. Namun bisa dibangun jiwa kebersamaan dengan teman-teman di sekitarnya, serta lingkungan yang peduli dengannya. “Harus dibangun kebersamaan untuk menjaga anak-anak kita, yang merupakan aset di masa yang akan datang,” tandasnya.
@ppidsawangan





